WARTABANJAR.COM – Kota Banjarmasin menjadi kota yang paling parah urusan infeksi saluran pernapasan akut atau Ispa dengan jumlah 36.082 kasus. Disusul Kabupaten Banjar sebanyak 26.237 kasus.
Lalu Banjarbaru sebanyak 22.910 kasus, Hulu Sungai Tengah dengan 17.699 kasus dan Kotabaru sebanyak 13.445 kasus.
Kemudian Balangan dengan jumlah 12.174 kasus. Selanjutnya Hulu Sungai Selatan 11.584 kasus. Hulu Sungai Utara 10.267 kasus.
Di Tabalong kasus Ispa sebanyak 9.875. Kemudian 9.786 kasus di Tanah Bumbu dan 9.698 di Kabupaten Tapin. Sementara Barito Kuala menjadi kabupaten yang paling rendah kasus Ispanya dengan 8.125 kasus. Jika ditotal, maka kasus Ispa di Banua sebanyak 189.111 kasus.
“Angka ini naik dibanding tiga bulan ke belakang,” ungkap Kadinkes Kalsel, Diauddin di Banjarbaru, Sabtu (9/9/2023).
Baca Juga
Kebakaran Gudang di Jalan Sukamaju Landasan Ulin
Selain itu, kenaikan kasus Ispa di Kalsel dipicu maraknya kabut asap dampak dari karhutla di Banua.
“Selain kabut asap, meningkatnya kasus ini juga lantaran debu. Namun Sepanjang 2023 tidak ada pasien yang meninggal dunia,” katanya.
Oleh karena itu, Pemprov Kalsel dan jajaran kesehatan terus bergerak menanggulangi penyakit ispa akibat karhutla dengan cara membagikan masker kepada masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan disetiap posko karhutla dan lakinya.
“Kita juga sudah membuat surat edaran ke Kabupaten/kota tentang kewaspadaan terhadap peningkatan penyakit ISPA,” jelasnya.






