Bagi orang yang tengah dilanda stres dan rasa cemas, dianjurkan dzikir sebagai penghibur dan obat. Penjelasan ini termaktub dalam Al-Quran, Q.S ar Ra’d [13] ayat 28, yang artinya; “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”
Kemudian muncul persoalan lain terkait dzikir, bolehkah berdzikir sembari bermain handphone?
Pasalnya, di era digital ini, gadget pintar tak bisa dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari.
Di beberapa kesempatan, terlihat orang sembari berdzikir berjamaah atau shalawatan dengan terus bermain gawai.
Untuk menjawab persoalan tersebut, terlebih kita harus mengetahui bahwa dzikir dalam Islam, dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari dzikir hati, dzikir lisan, hingga dzikir dengan gerakan anggota tubuh.
Bahkan dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa seorang dianjurkan berdzikir dalam pelbagai keadaan, baik duduk, berdiri, ataupun berbaring.
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imran [3] ayat 191)
Ibnu Jarir At Thabari dalam kitabnya berjudul kitab Jāmi’ al Bayān, jilid VII, [Mekah, Dar Tarbiyah wa Turats, tt] halaman 475 mengatakan bahwa ayat ini menganjurkan manusia untuk senantiasa mengingat Allah dalam keadaan apapun, baik dalam keadaan shalat ataupun di luar shalat. Artinya, dianjurkan mengingat Allah dalam keadaan beribadah maupun aktivitas di luar ibadah, seperti ketika sedang bekerja, berjalan, berbelanja, dan mengajar.







