5.000 Bibit Kelapa Genjah dari Kebumen Siap Dibagikan ke 49 Kelompok Tani di Tabalong Pertengahan Mei 2026
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) akan mendatangkan 5.000 bibit kelapa genjah dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada pertengahan Mei 2026 mendatang.
Bibit tersebut rencananya akan dibagikan kepada 49 kelompok tani untuk dibudidayakan di pekarangan rumah.
Kepala Bidang Perkebunan DKPPP Tabalong, Anik Patsih Wati mengatakan program ini menyasar skala rumah tangga sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mempermudah pengawasan tanaman.
“Kelapa genjah tahun 2026 ini ada 5.000 bibit yang diperuntukkan bagi pekarangan rumah. Ini skala rumah tangga,” ujarnya pada wartabanjar.com melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (3/5/2026).
Menurut Anik, program ini juga selaras dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang berfokus pada komoditas kopi, kelapa, dan karet.
Namun, untuk kelapa, pengembangan dalam skala hamparan menghadapi sejumlah kendala, sehingga dipilih pendekatan berbasis rumah tangga.
“Untuk kelapa memang ada kesulitan jika dalam bentuk hamparan. Karena itu, sasarannya diarahkan ke rumah tangga agar lebih mudah dalam pengawasan dan bisa langsung dirasakan manfaatnya,” jelasnya.
Sebanyak 49 kelompok tani akan menerima bantuan bibit tersebut dan membudidayakannya di lingkungan pekarangan masing-masing.
Adapun wilayah distribusi mencakup Kecamatan Muara Uya, Upau, Haruai, Tanjung, Murung Pudak, Tanta, Muara Harus dan Pugaan.
Kelapa genjah dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya masa panen yang relatif cepat, yakni sekitar tiga tahun.
Selain itu, pohonnya tidak tumbuh terlalu tinggi, dengan maksimal ketinggian sekitar 2,5 meter, sehingga memudahkan perawatan dan panen.
“Keunggulannya, dalam tiga tahun sudah bisa berbuah, tidak terlalu tinggi, dan buahnya juga besar-besar,” kata Anik.
Pemerintah daerah berharap program ini mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya petani, melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih produktif. (wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu