Edi menjelaskan bahwa dengan program tanazul dari KKHI Makkah itu, harapannya jemaah haji yang sakit dapat dipulangkan ke tanah air dengan aman, stabil, serta selamat sampai ke tanah air dan bertemu kembali dengan keluarga.
“Harapan kami jemaah haji yang sakit dapat dipulangkan ke tanah air dengan aman, tetap stabil kondisinya, selamat sampai ke tanah air dan bertemu kembali dengan keluarga,” kata Edi.
Edi menambahkan bahwa terdapat dua istilah tanazul yaitu tanazul awal dan tanazul akhir. Tanazul awal dilakukan jika jemaah haji sakit tidak memungkinkan untuk tinggal dan beraktifitas lebih lama di tanah suci.
“Namun saat dipulangkan kondisi jemaah haji tersebut dalam kondisi stabil dan laik terbang. Jemaah haji yang dipulangkan dengan mekanisme tanazul awal akan dititipkan dengan kloter lain dalam embarkasi yang sama sebelum jadwal kepulangan kloter asal,” kata Edi.
Sedangkan tanazul akhir dilakukan kepada jemaah haji sakit yang tertinggal dari jadwal pemulangan kloter asal karena kondisinya yang belum stabil dan belum laik terbang. Pemulangan Salamah hari ini dipulangkan melalui mekanisme tanazul akhir.(rls)
Editor Restu







