WARTABANJAR.COM, MEKKAH- Cuaca panas melanda Mekkah dan Madinah, Arab Saudi.

Saat ini, cuaca setempat sekitar 43 derajat celsius.

Karenanya, para jemaah haji lansia diminta untuk tak memaksakan diri beribadah di Tanah Suci karena dikhawatirkan kesehatan mereka akan terganggu karena faktor usia dan kondisi fisik yang sudah renta.

Sebagai pihak yang bersinggungan langsung dengan jemaah, KBIHU diminta ikut mengedukasi jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah.

“KBIHU sangat dekat dengan jemaah. Di tengah cuaca di Makkah yang demikian panas, serta jemaah lansia yang juga banyak, kami ajak KBIHU untuk mengedukasi jemaahnya agar tidak memaksakan diri dalam beribadah,” kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Zulkarnain Nasution di kantor Daker Makkah, Rabu (7/6/2023).

Menurutnya, Kementerian Agama yang tahun ini mengusung tagline ‘Haji Ramah Lansia’ maka KBIHU juga harus memiliki komitmen dalam menyukseskan penyelenggaraan haji yang ramah lansia.

Dukungan itu setidaknya bisa dilakukan dalam aspek layanan dan manasik.

Secara layanan, imbuhnya, KBIHU dapat mendorong jemaah binaannya untuk meningkatkan kepedulian terhadap jemaah lansia.

Baca Juga: Media Asing Soroti Putri Ariani di AMerica's Got Talent, Billboard: Penyanyi Remaja Bersuara Malaikat

"Jemaah lansia yang membutuhkan bantuan, hendaknya diberikan alternatif penyelesaian yang aman dan memudahkan. Pelaksanaan ibadah umrah jemaah dengan kursi roda dan memiliki keterbatasan gerak, idealnya dapat diselesaikan pada level regu atau rombongan oleh keluarga terdekatnya," katanya.

Kemudian jemaah yang sehat dimungkinkan dapat bergantian mendorong jemaah yang sakit.

Jika ini tidak bisa, mengutip laman Kementerian Agama RI, Kamis (8/6/2023), diberikan alternatif menggunakan jasa kursi roda yang ada di Masjidil Haram atau menggunakan skuter.

Tak hanya itu, diberitakan juga sebelumnya bahwa Pemerintah Arab Saudi membagikan ribuan payung gratis untuk para jemaah di Masjidil Haram untuk mengantisipasi dan melindungi jemaah yang beribadah di sana dari teriknya cuaca panas. (berbagai sumber)

Editor: Yayu