“Menurut si ibu ini bukan bahaya, karena ini uang orang rumah tapi kalau ini dibiarkan bukan tidak mungkin akan merembet,” bebernya.
Hanifa pun penasaran, untuk apa siswi SD itu mencuri uang.
“Saya tanya, uang itu untuk apa, untuk si A si B teman aku. Nah mereka gak minta. Lalu saya tanya, kenapa dikasih? Karena aku mau main sama dia, main bertiga,” cerita Hanifa.
“Ya, ternyata dia sudah melakukan hubungan seksual, dua wanita satu laki. Dia bayar, karena si anak laki ini sudah mempelajari (cari keuntungan). Kejahatan inikan dipelajari ya,” pungkasnya.
Menurutnya, anak perempuan itu awalnya adalah korban. Namun lambat laun ia malah jadi pelaku.
Hal ini karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, terutama adalah lingkungan.
“Mereka tinggal di daerah yang tidak ada norma. Biasanya di kampung yang rumahnya berdekatan sekali. Sehingga terbiasa mendengar tetangga mengeluarkan kata-kata kasar, mendengar tetangga berantem, itu biasa. Itu daerah anomi. Nah itu kan potret masyarakat kita,” jelasnya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi













