WARTABANJAR.COM, BARABAI – Penemuan bayi di Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (6/6/2023) pukul 04.23 Wita, ternyata sengaja ditinggal orang tuanya di Langgar Nurul Yaqin, Desa Binjai Pirua (yang dulu bernama Desa Belanti).
Hal tersebut disampaikan Kapolres HST, AKBP Jimmy Kurniawan, melalui Kasi Humas Iptu Akhmad Priadi saat dikonfirmasi terkait penemuan bayi tersebut.
Menurut Iptu Akhmad, bayi tersebut diperkirakan sudah berusia sekitar 10 hari ditinggal di langgar dan ditemukan warga yang rumahnya bersebelahan dengan tempat ibadah tersebut. “Saat polisi masih melakukan pemeriksaan,” jelas Iptu Akhmad.
Saat ini, jelas Iptu Akhmad, bayi tersebut saat ini masih di rumah warga dalam kondisi sehat dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh bidan setempat.
“Kasus ini sedang kita tangani dan akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap saksi-saksi untuk mengungkap siapa orangtua,” katanya menambahkan.
Bahkan Iptu Akhmad berharap agar orangtua anak tersebut dapat bertanggungjawab dan kejadian serupa tidak terulang lagi.
Ada Tangis Bayi
Sementara itu, Kepala Polsek LAU, Ipda Lilik Hadriyanto, mengatakan, berdasarkan informasi dari saksi atas nama Dewi Ari Aulia bahwa pada saat itu mendengar ada suara tangisan bayi di sekitaran dekat rumahnya.
Saat penemuan bayi tersebut, masih dini hari, sekitar pukul 04.15 Wita.
“Saksi kemudian berusaha mencari arah suara tangisan bayi tersebut dan ditemukannyalah seorang bayi berada di teras Musala Nurul Yaqin,” jelasnya.
Setelah menemukan bayi yang dibuang pelaku tak bertanggung jawab di teras tempat ibadah tersebut, saksi kemudian mengambil dan membawa ke rumahnya.
“Untuk sementara, bayi tersebut berada di rumah saksi dan dirawat sementara oleh saksi,” jelasnya.(wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor : didik tm
Penemuan Bayi di LAU HST, Ternyata Sengaja Ditinggal di Langgar di Desa Binjai Pirua







