Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Nunukan bakal membagikan anggaran sekitar Rp50- 60 juta untuk satu bangunan rumah.

Selain itu, Pemkab Nunukan juga terus melakukan pembinaan dan pelatihan Desa Anti Bencana (Destana), agar masyarakat yang bermukim di bantaran sungai lebih sigap dan tanggap dalam menanggulangi dan antisipasi bencana banjir.

BPBD Nunukan juga terus memantau ketinggian air dan menempatkan para petugas di sejumlah lokasi strategis untuk memastikan keamanan warga, maupun membantu mereka jika menginginkan evakuasi.

Namun, karena banjir kiriman merupakan fenomena yang dianggap biasa, warga sekitar selalu berdiam di pungkau, atau semacam papan yang disusun sebagai lantai di bawah atap/para-para.

Masyarakat melakukan aktivitas mereka di pungkau tersebut.

"Kami selalu siaga, dan karena musibah ini sudah menjadi rutinitas, petugas sudah sangat paham dan terbiasa. Mereka sudah terlatih dalam berkomunikasi maupun bagaimana menindaklanjuti kejadian di lapangan,’’ tutupnya. (berbagai sumber)

Editor: Yayu

Baca Juga: Beredar! Harga Tiket FIFA Matchday Indonesia vs Argentina, Termurah Rp600 Ribu, Termahal Rp4,25 Juta