Mensos Risma Sebut Banyak Lansia Meninggal Seorang Diri

“Jadi, di Surabaya saya mencoba mempraktikkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, maupun yang tertuang dalam UUD Pasal 34 yang berbunyi ‘bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara’. Maka, setiap hari kami memberi makan kurang lebih 87 ribu yang didistribusikan untuk anak yatim, lansia miskin, penyandang disabilitas, penyandang HIV AIDS, penyandang TBC, dan lain-lain,” kata dia.

Dia menyebut, pada 2022 lalu, Kemensos memberikan 334.011 bantuan kepada lansia dengan rentan usia 80 tahun ke atas. Bantuan tersebut dikhususkan bagi lansia yang hidup sebatang kara dan sudah tidak mampu mengurus dirinya.

Pada kunjungan kerja di beberapa daerah, Risma kerap mendapat laporan dari warga bahwa per hari ini masih ditemukan beberapa lansia yang hidup sendiri, dan pada akhirnya ditemukan meninggal.

Tentunya hal ini menjadi PR penting bagi Kemensos untuk kembali menjangkau lokasi-lokasi terpencil guna meminimalisir permasalahan terhadap lansia yang ada di negeri ini.

Dia mengakui emang menangani ini susah-susah gampang.

“Tetapi saya selalu tekankan bahwa kita ini mau masuk surga di tingkat berapa? (keinginan harus diberengi dengan usaha keras), tujuan kita ini bukan hanya bagaimana kita hidup di dunia, melainkan bagaimana nanti setelah kita dipanggil oleh Yang Memiliki hidup ini,” kata dia. (Mui)

Editor Restu