WARTABANJAR.COM, RANTAU - Sebuah video beredar di media sosial dan banyak dibagikan akun-akun berbasis massa Banua, Kalimantan Selatan.

Video tersebut merekam kejadian perkelahian di sebuah rumah makan.

Perkelahian itu terjadi antara dua perempuan.

Tampak di dalam video dua orang wanita barungkup aluas berkelahi saling jambak, satu berbaju hitam dengan blazer hijau lumut dan satunya berbaju gamis cokelat muda, yang terlihat adu mulut.

Kemudian oleh pria di sekeliling wanita itu dilerai.

Wanita berbaju hitam didorong menjauh oleh seorang pria muda yang mengenakan peci haji.

Sementara wanita yang pakai gamis ditenangkan oleh pria lainnya untuk duduk kembali ke kursi.

Keduanya sudah berhasil dilerai dengan jarak sekitar lima meteran.

Namun tidak lama kemudian wanita berbaju hitam tiba-tiba kembali mendatangi wanita bergamis yang duduk di kursi dengan posisi membelakang.

Wanita baju hitam itu langsung menarik rambut wanita berbaju gamis.

Salah satu akun yang membagikan video tersebut adalah akun @lambe_balu.

Akun ini menyebutkan, peristiwa perkelahian tersebut terjadi di Rantau, Kabupaten Tapin.

"Kejadian di Rantau Kab Tapin, terlihat jelas 1 orang wanita menarik rambut wanita lain nya..," tulis akun ini.

Akun ini juga menyebutkan, perkelahian itu terjadi pada Sabtu (1/4/2023). Namun belum diketahui penyebab dan kronologis kejadian.

Video yang diunggah akun ini pun ramai mendapat komentar netizen. Ada yang menyebutkan kejadiannya diduga saat berbuka puasa.

Sejumlah netizen juga ramai menduga-duga penyebab barungkupnya dua wanita ini.

Ada yang menduga terkait masalah asmara. Ada netizen menduga acara reuni di mana salah satu pasangan CLBK. Namun ada juga yang menyebut kemungkinan perkelahian dipicu rebutan meja.

Video ini juga ramai beredar di WA grup.

Dari video yang lebih jelas didapat wartabanjar melalui WAG, terlihat tulisan 'Wong Solo'.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak terkait mengenai kebenaran lokasi kejadian dan penyebab perkelahian dua wanita tersebut. (dyn)

Editor: Erna Djedi