Muncul Desakan Copot Ahok dan Dirut Pertamina, Komisi VII Sebut Ada Masalah Sistemik di Pertamina
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Insiden beruntun yang terjadi pada instalasi milik PT Pertamina membuat dua petinggi perusahaan BUMN itu jadi sasaran.
Presiden Joko Widodo didesak mencopot Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, dan Komisaris Utama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Desakan itu dikemukakan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi.
"Ahok-Nicke harus diganti. Selama mereka berdua memimpin Pertamina, terus terjadi kebakaran sejumlah kilang minyak, seperti Balongan Indramayu, Kilang Cilacap, Depo Plumpang, terakhir Kilang minyak Dumai. Itu bukti kegagalan Ahok-Nicke," ujarnya dilansir RMOL, Minggu (2/4/2024).
Apalagi, kata dia, akibat kebakaran kilang minyak, harga BBM berpeluang mengalami kenaikan, dan akhirnya menyengsarakan rakyat. Padahal Jokowi pernah janji tak akan menaikkan harga BBM.
"Jokowi harus segera copot Ahok-Nicke. Jika membiarkan keduanya, sama saja Jokowi merestui kegagalan Ahok-Nicke. Dan artinya menyetujui kebakaran kilang-kilang minyak selama ini," kata Muslim.
Sementara itu, pimpinan Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, mendesak Pertamina segera audit keselamatan di semua kilangnya, di seluruh Indonesia.
“Berarti ada masalah sistemik pada operasional Pertamina, dan mendesak dibenahi. Kejadian terus berulang di berbagai tempat,” kata politisi PAN itu, kepada wartawan, Minggu (2/4).
“Pertamina harus audit investigasi dan keselamatan secepatnya. Bukan hanya pada Plumpang dan Dumai, tapi seluruh kilang dan Depo di seluruh Indonesia," imbuhnya.
Sekjen DPP PAN itu juga meminta Pertamina tidak berdalih soal ledakan dan kebakaran di Dumai yang diklaim cepat teratasi.
“Pemadaman cepat memang penting, tapi pertanyaannya, kenapa sampai terjadi ledakan? Siapa yang lalai atau sistem apa yang tidak bekerja, hingga meledak? Harus ditemukan segera penyebabnya, agar tak terjadi pada kilang dan Depo lainnya,” katanya.
Dia juga meminta Pertamina bertanggungjawab atas korban luka yang dibawa ke rumah sakit dan warga sekitar Kilang Dumai yang terdampak.
“Harus tanggung jawab penuh atas korban luka dan rumah warga yang rusak, serta plafon masjid yang runtuh akibat ledakan itu. Sekali lagi, pastikan tidak ada kejadian serupa terulang,” kata Eddy. (berbagai sumber)