“Berilah orang yang meminta bantuan kepada Rasulullah itu makanan dan minuman”, kata istri sahabat Anshar penuh keikhlasan. Kedua kalinya, datang seorang anak yatim kepada Rasulullah saw untuk meminta bantuan makanan.
“Wahai Rasulullah, berilah aku makan, sungguh aku telah kepayahan”, rengek anak mengharap iba darinya. Seperti tadi, Rasulullah saw kebetulan juga sedang tidak punya makanan untuk disumbangkan kepada anak yatim malang itu.
“Demi Allah tidak ada makanan yang ada bersamaku untuk diberikan kepadamu, tapi aku akan mengusahakannya”, jawab Rasulullah saw tanpa memupus harapan anak yatim itu.
Rasulullah saw kemudian mendatangi sahabat Anshar tadi untuk kedua kalinya bermaksud meminta bantuan makanan untuk si yatim.
Ia segera menyelesaikan maksudnya kepadanya. Kemudian istri sahabat Anshar berkata: “Berilah anak yatim itu makanan dan minuman.”
Sahabat Anshar itupun memberikan bantuan makanan kepada si yatim melalui Rasulullah saw. Untuk ketiga kalinya, kali ini datang seorang tawanan perang kepada Rasulullah saw yang juga bermaksud meminta makanan.
“Wahai Rasulullah, beri aku makanan, sungguh aku telah mengalami kepayahan”, kata tawaran perang itu penuh keyakinan akan segera diberi bantuan makanan oleh Rasulullah saw.
Lagi-lagi Rasulullah saw sedang tidak mempunyai cadangan makanan sehingga dapat membantu tawanan perang itu secara langsung. Pun demikian, Rasulullah saw tidak menolaknya.







