WARTABANJAR.COM – Ini adalah kisah teladan dari Rasulullah saw dan sepasang suami istri dari generasi sahabat yang secara totalitas membantu terhadap sesama.
Ramadhan adalah bulan mulia, bulan yang sangat baik digunakan sebagai momentum untuk membantu sesama.
Bila di bulan-bulan selainnya kita belum terbiasa membantu terhadap sesama, maka Ramadhan dapat menjadi kesempatan untuk membiasakan diri membantu terhadap orang lain.
Sementara bila sudah terbiasa, maka Ramadhan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkannya.
Suatu ketika, ada orang mendatangi Rasulullah saw untuk meminta makanan karena memang tidak mempunyai makanan sedikitpun untuk dimakannya.
Sumpah demi Allah pun rela dilakukannya agar mendapatkan bantuan.
“Wahai Rasulullah, berilah aku makan, sungguh Demi Allah aku telah kepayahan”, pinta orang itu penuh kasihan.
Namun bagaimana, Rasulullah saw sendiri pada waktu itu tidak mempunyai simpanan makanan, sehingga tak bisa langsung segera membantunya.
Akan tetapi kondisi ini tidak menyurutkan semangat Rasulullah saw untuk membantu orang yang itu sebisa mungkin.
“Demi Dzat yang jiwaku ada pada kekuasaan-Nya, tak ada makanan padaku untuk diberikan kepadamu, tapi aku akan berusaha mencarinya,” jawab Rasulullah saw.
Kemudian Rasulullah saw mendatangi salah seorang sahabat Anshar yang sedang makan sore bersama istrinya. Beliau meminta bantuan makanan kepadanya.
Sahabat Anshar itupun kemudian memberitahu istrinya atas maksud kedatangan Rasulullah saw kepadanya.
“Berilah orang yang meminta bantuan kepada Rasulullah itu makanan dan minuman”, kata istri sahabat Anshar penuh keikhlasan. Kedua kalinya, datang seorang anak yatim kepada Rasulullah saw untuk meminta bantuan makanan.
“Wahai Rasulullah, berilah aku makan, sungguh aku telah kepayahan”, rengek anak mengharap iba darinya. Seperti tadi, Rasulullah saw kebetulan juga sedang tidak punya makanan untuk disumbangkan kepada anak yatim malang itu.
“Demi Allah tidak ada makanan yang ada bersamaku untuk diberikan kepadamu, tapi aku akan mengusahakannya”, jawab Rasulullah saw tanpa memupus harapan anak yatim itu.
Rasulullah saw kemudian mendatangi sahabat Anshar tadi untuk kedua kalinya bermaksud meminta bantuan makanan untuk si yatim.
Ia segera menyelesaikan maksudnya kepadanya. Kemudian istri sahabat Anshar berkata: “Berilah anak yatim itu makanan dan minuman.”







