Di Jakarta, Gerhana ini akan dimulai pukul 09.29.33 WIB dan berakhir pada 12.06.39 WIB atau dengan kata lain Gerhana berlangsung selama 2 jam 37 menit.

"Yogyakarta akan menjadi ibukota provinsi yang paling awal memulai Gerhana Matahari Sebagian. Sedangkan, Medan akan menjadi ibukota Provinsi yang paling awal mengakhiri Gerhana Matahari Sebagian," demikian pernyataan Pusat Riset Astronomi BRIN.

"Sementara itu, Jayapura akan menjadi ibukota provinsi yang paling akhir memulai sekaligus mengakhiri Gerhana Matahari Sebagian," lanjut keterangan itu.

Menurut BRIN, Gerhana Matahari Sebagian tergolong "spesial" karena "jarang terjadi".

"Di wilayah Indonesia, gerhana Matahari ini akan teramati sebagai gerhana Matahari total (GMT). GMT akan teramati khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, sementara di daerah Indonesia lainnya akan teramati sebagai gerhana Matahari parsial," tulis BRIN.

"Gerhana Matahari ini akan teramati sebagai gerhana matahari cincin di wilayah selatan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik," tulisnya lagi.

Jadwal Gerhana Matahari Sebagian di Kalsel

Sementara di Kalimantan Selatan, menurut datanya gerhana ini hanya akan muncul di Kota Banjarbaru pada 20 April 2023 nanti.

Gerhana matahari sebagian di Banjarbaru dimulai pukul 10.41.08 Wita hingga 13.35.23, akan berlangsung selama 2 jam 54 menit.

Jadwal Gerhana Matahari 2023

Di sisi lain, ada dua gerhana lagi yang akan terjadi pada 2023 selepas Idul Fitri yakni pada 5-6 Mei akan ada Gerhana Bulan Penumbra, bakal muncul dan bisa diamati dari arah Tenggara ke Barat Daya untuk zona WIB.

"Sedangkan untuk zona WITA, gerhana dapat diamati dari arah Selatan ke Barat Daya. Sementara itu, untuk Zona WIT, gerhana dapat diamati dari arah Barat Daya ke Barat," tulisnya.

Kemudian ada lagi Gerhana Bulan Parsial yang akan terjadi pada 29 Oktober 2023.

Gerhana ini akan memiliki durasi 1 jam 17 menit di hampir seluruh Indonesia kecuali lima provinsi di Papua yang tak mengalami kontak akhir sebagian.

Indonesia sendiri sudah mengalami gerhana Matahari beberapa kali yakni 1983 (Gerhana Matahari Total), 2019 (Gerhana Matahari Cincin), dan Gerhana Matahari Total (2016). (berbagai sumber)

Editor: Yayu