Erick Thohir Kesal dengan Berita Media Vietnam Soal Shin Tae-yong
WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengaku kesal dengan pemberitaan sepak bola Indonesia dari media Vietnam yang dinilainya suka membuat berita aneh sehingga merusak sepak bola Tanah Air.
Di antara berita yang tidak disukai Erick Thohir adalah media Vietnam membahas masa depan Shin Tae-yong.
Ada media Vietnam yang menuliskan bahwa Erick Thohir akan memecat Shin Tae-yong dari kursi pelatih timnas Indonesia dalam waktu dekat.
Alasan media Vietnam membuat berita itu karena Shin Tae-yong didatangkan ketika kepengurusan Mochamad Iriawan.
Kini, Mochamad Iriawan sudah lengser dari PSSI dan digantikan oleh Erick Thohir.
Alasan kedua yakni Shin Tae-yong belum memberikan prestasi kepada timnas Indonesia.
Itu yang membuat media Vietnam berspekulasi bahwa pelatih asal Korea Selatan tersebut segera angkat kaki dari Indonesia.
Membaca pemberitaan itu membuat kuping Erick Thohir panas.
Mantan Presiden Inter Milan itu menegaskan hubungannya dengan Shin Tae-yong baik-baik saja.
Ia menilai media Vietnam itu hanya cari muka saja.
Apalagi Vietnam dan Indonesia sama-sama akan bertarung di Piala Asia U-20 2023 yang digelar di Uzbekistan pada 1-18 Maret mendatang.
"Saya percaya dengan pelatih Shin Tae-yong," katanya.
Jadi, lanjutnya, isu-isu yang tidak penting apalagi didorong oleh negara-negara yang takut Indonesia bangkit seperti Vietnam dan Thailand tersebut karena mereka takut.
" k"Karena Ketum PSSI nya sekarang gak kaleng-kaleng, makanya media mereka mulai propaganda supaya kita pecah, tapi ini saya serius," ucapnya lagi.
Lebih lanjut Erick Thohir meminta masyarakat Indonesia jangan membaca media Vietnam yang membahas sepak bola Indonesia.
Masyarakat Indonesia juga diminta jangan terprovokasi dengan pemberitaan tersebut.
Timnas Indonesia harus membangun prestasi sepak bola nasional dengan latihan yang cukup.
"Kami bukan bangsa Eropa yang kompetisinya sudah kelas dunia, dikumpulkan pemain seminggu bisa jadi," imbuhnya.
Timnas Indonesia perlu latihan yang cukup panjang sehingga bisa punya soliditas pemain dan itu memang bagian pola pikir yang harus diubah.