“Kalau bulan puasa ini 50 pengunjung saja sudah untung,” ungkapnya.
Penyebab menurunnya jumlah pengunjung, menurut Akbar, karena banyak sekolah yang libur, sehingga pengunjung yang datang berasal dari kalangan umum.
“SMA (Sekolah Menengah Atas) juga hanya sebagian saja yang masih masuk. Makanya sepi. Ditambah lagi bulan puasa ini banyak yang membatasi aktivitas,” bebernya.
Meski demikian, Akbar tetap bersyukur karena pengunjung selama Ramadhan masih ada karena selama pademi tahun lalu, museum ini bahkan sempat ditutup untuk umum.
“Kita syukuri aja, kalau dibanding tahun lalu ya ini bisa disebut ada kemajuan,” tutupnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







