Heboh, Ratusan Warga Sulteng Terkena Penyakit Demam Keong, Ini Penyebab dan Gejalanya
Berdasarkan laporan WHO, demam keong lazim terjadi di daerah tropis dan subtropis. Utamanya, di wilayah masyarakat kurang mampu tanpa akses air bersih dan sanitasi yang buruk.
Gejala demam keong
Gejala schistosomiasis umumnya disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap telur cacing.
Schistosomiasis usus dapat menyebabkan beberapa gejala seperti berikut:
-sakit perut
- diare,
- darah dalam feses.
Pembesaran hati sering terjadi pada kasus jangka panjang.
Kondisi ini kerap dikaitkan dengan akumulasi cairan di rongga peritoneum dan hipertensi pembuluh darah di perut.
Sementara pada schistosomiasis urogenital, hematuria menjadi salah satu gejala utamanya. Hematuria merupakan kondisi adanya darah dalam urine.
Namun, gejala schistosomiasis urogenital pada pria dan wanita umumnya berbeda.
Berikut gejala pada wanita:
- lesi di area genital,
- perdarahan di vagina,
- nyeri saat berhubungan seksual,
- nodul di vulva.
Sementara pada pria, schistosomiasis urogenital dapat menyebabkan patologi vesikula seminalis, prostat, dan organ lainnya.
Schistosomiasis jenis ini berisiko memicu kerusakan ginjal dan fibrosis kandung kemih. Kanker kandung kemih juga merupakan komplikasi lain yang bisa terjadi dalam kasus yang lebih parah.
Penyakit ini juga dapat memiliki konsekuensi jangka panjang lainnya, termasuk kemandulan.
Dilansir VoA, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam penanganan ratusan lokasi fokus keong yang menjadi sumber penularan penyakit schistosomiasis di wilayah dataran tinggi Napu, Bada dan Lindu di Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dokter I Komang Adi Sudjendra, mengungkapkan dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menangani penyakit Schistosomiasis atau demam keong.
Keterlibatan semua pihak dibutuhkan utamanya untuk melakukan rekayasa lingkungan di lokasi fokus keong, serta mengendalikan jumlah telur cacing di alam, yang berasal dari tinja hewan liar seperti tikus, dan hewan ternak mamalia seperti sapi dan kerbau yang tidak dikandangkan.
Telur cacing yang menetas di air tawar yang tergenang, akan kembali memasuki hospes perantara yaitu siput atau keong oncomelania hupensis lindoensis, yang merupakan hewan endemik di Sulawesi Tengah.