Bank Indonesia Diprediksi Kerek Suku Bunga Lagi Bulan Depan

Sementara itu, inflasi inti terjaga sebesar 3,36 persen secara tahunan.

Radhika berpendapat, dengan inflasi yang telah melewati puncaknya dan bank sentral AS yang diperkirakan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya pada tahun ini, Indonesia tidak lagi berada dalam keadaan mendesak untuk menaikkan suku bunga secara agresif.

Selain itu, dia mengatakan prioritas lain bank sentral saat ini adalah menarik likuiditas mata uang asing (valuta asing/valas) kembali ke pasar keuangan dalam negeri.

Sekadar informasi, pada Desember 2022 lalu, BI mengenalkan instrumen moneter valas baru untuk menarik devisa hasil ekspor ke pasar dalam negeri dengan menawarkan imbal hasil yang lebih kompetitif.

Selain meningkatkan ketersediaan mata uang asing domestik, arus masuk devisa hasil ekspor akan mendukung stabilitas rupiah.

Pada Januari 2023, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa keputusan kenaikan suku bunga pada Januari 2023 merupakan langkah lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking, memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

Perry mengatakan, kenaikan suku bunga sebesar 225 bps sejak Agustus 2022 memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 2–4 persen pada semester I/2023 dan inflasi umum kembali ke dalam sasaran 2 persen –4 persen pada semester II/2023.