Ia juga mengungkapkan, pada saat terakhir bertemu, korban masih dalam keadaan baik baik saja.
“Setahu saya kalau sakit itu tidak ada, ya kalau ada itu paling tekanan darah tinggi,” ungkapnya.
Marinda juga membeberkan, kalau ayahnya itu, hanya tinggal sendiri saja di rumah tersebut.
“Komunikasi pun hany ketika berkunjung saja, karena dia (korban) tidak bisa menggunakan hp, padahal sudah ada dikasih hp,” beber Marinda.
Sementara itu, salah satu tetangga korban mengucapkan, kalau dirinya bersama dengan tetangga yang lainnya juga tidak menyadari dengan kondisi korban tersebut.
“Korban memang agak jarang keluar rumah, paling kalau keluar rumah ya ke mesjid saja,” pungkasnya.
Selanjutnya, jasad korban pun dievakuasi ke ruang instalasi pemulasaran jenazah RSUD Ulin, guna menjalani visum. (qyu)
Editor: Erna Djedi







