Heboh Percobaan Penculikan Bocah di Kelampayan Ilir, Ini Kata Polres Banjar
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Warga Kabupaten Banjar, khususnya di wilayah Kelampayan Ilir dibuat geger dengan beredarnya kabar seorang bocah berinisial NZ (11 tahun) yang nyaris menjadi korban penculikan.
Kabar ini pun langsung menyebar di media sosial hingga viral.
Disebutkan, NZ warga desa Kelampaian Ilir diduga menjadi korban percobaan penculikan oleh dua orang laki-laki misterius.
Kronologinya, Rabu (18/1/2023) selepas magrib NZ pergi ke warung dengan berjalan kaki.
Namun karena warungnya tutup, NZ berniat pulang ke rumah.
Di tengah perjalanan menuju pulang, tiba-tiba NZ diberhentikan oleh dua orang laki-laki menggunakan mobil warna hitam.
Baca juga: Nihil Kecelakaan Kerja, PT Jhonlin Baratama dan PT Arutmin Masuk MURI
Kedua laki-laki itu, langsung turun dan menarik tangan serta mengangkat untuk dimasukan ke dalam mobil, setelah itu mobil langsung berjalan menuju Astambul.
NZ didudukan oleh para pelaku di jok bagian belakang di mana menurut keterangan korban para pelaku menggunakan masker.
Korban berontak dan menangis sehingga para pelaku menyuruh untuk diam.
Karena tidak mau diam oleh para pelaku diturunkan sekitar pasar Astambul dan para pelaku pergi meninggalkan korban menuju arah ke Hulu Sungai.
Setelah diturunkan di jalan, korban bingung untuk kembali pulang, dan berjalan menuju arah martapura sampai ditemukan oleh warga Desa Antasan, Kecamatan Martapura Timur.
Berita ini pun kemudian menyebar dan viral di medsos.
Baca juga: WARNING! Polri Siapkan Sanksi Etik Hingga Pidana untuk Anggota Tidak Netral
Mendapatkan informasi itu, pihak Kepolisian Resort (Polres) Banjar merespons cepat dengan mendatangi desa Kelampaian Ilir, Kecamatan Astambul, Kamis (19/1/2023) pagi.
Kapolsek beserta anggota menindaklanjuti berita yang viral tersebut bersama Pembakal desa Kelampaian Ilir kemudian dilakukan pendataan,.
"Sampai saat ini korban ZA sudah berada di rumah orangtuanya dan dalam keadaan sehat namun tidak masuk sekolah karena masih merasa takut atau trauma," jelas Kapolres Banjar, AKBP Ifan Hariyat, melalui Kasi Humas, Iptu H Suwarji dihubungi wartabanjar.com, Kamis (19/1) sore.