WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Usai diambil alih oleh Elon Musk akhir tahun lalu, lebih dari 500 pengiklan menghentikan layanannya di Twitter.
Hal ini mengakibatkan pendapatan harian media sosial berlogo burung putih biru itu pada 2022 kemarin anjlok hingga 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut laporan Reuters, Rabu (18/1/2023), penurunan pendapatan Twitter pertama kali dilaporkan oleh buletin teknologi Platformer pada hari Selasa lalu, namun sampai saat ini Twitter belum memberikan respons terkait laporan tersebut.
Sejak Musk mengambil alih Twitter pada Oktober lalu, pengiklan perusahaan memang telah banyak hengkang akibat keputusan Musk memberhentikan ribuan karyawan dan buru-buru menggunakan fitur verifikasi berbayar.
Musk juga menimbulkan berbagai kontroversi setelah membeli Twitter.
Ia pun sempat dituntut ramai-ramai oleh mantan karyawan yang dipecatnya, namun dia memenangi tuntutan tersebut.
Selain itu, Twitter baru-baru ini juga membatalkan larangan iklan politik 2019 dan mengatakan akan melonggarkan kebijakan periklanan di Amerika Serikat dan menyelaraskan kebijakan iklannya dengan TV dan outlet media lainnya. (berbagai sumber)







