“Pemanfaatan teknologi satelit untuk menemukan hot spot dan memadamkan dengan cepat adalah kolaborasi pemanfaatan teknologi dan tim pemadaman yang selalu siaga,” kata mantan Kapolda Riau itu.
Menurut Agung, upaya mencegah karhutla juga membutuhkan kerja sama pihak, baik itu masyarakat dan pemangku kepentingan terkait. Agung mengatakan, penting untuk menemukan titik api dan memadamkannya saat kondisi api kecil agar kebakaran hutan tidak meluas.
“Polri didukung masyarakat dengan memanfaatkan sistem dan teknologi yang terus bekerja, sehingga dapat memadamkan karhutla dengan cepat dan efektif pada saat api masih kecil,” kata Agung.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut penanganan karhutla menjadi salah satu prioritas Polri. Sigit mengatakan, Polri mendapat atensi dari Presiden Joko Widodo.
“Kita harus tetap waspada, apabila tidak diawasi secara penuh maka potensi-potensi terjadinya karhutla selalu ada. Oleh karena itu, stakeholders terkait setiap saat selalu melakukan pengawasan, termasuk kami memanfaatkan aplikasi ASAP Digital Nasional untuk melakukan monitoring,” kata Sigit, Sabtu (31/12). (edj)
Editor: Erna Djedi







