Bahkan, pihaknya sudah mendapatkan profil pemilik jari tersebut.
Tapi nanti lebih detail mungkin penyidiknya yang bisa mengungkapnya secara umum dengan memeriksa DNA.
“Kita tinggal menunggu pembandingnya. Tentu kerja ekstra dari penyidik untuk mencari pembandingnya siapa itu pemilik jari itu,” jelas Karo Dokpol Pusdokkes Polri dikutip dari laman detiknews.
Diberitakan sebelumnya, kasus penemuan potongan jari manusia dalam sayur lodeh, berawal dari warga bernama Petrus Watu dan Isto Foa membeli lauk sayur lodeh tahu di sebuah warung.
Saat mengambil sayur, Petrus kaget melihat sepotong daging ujung jari manusia yang tercampur pada sayur tersebut. (edj/tri)
Editor: Erna Djedi







