Van Gaal mengkritik permainan timnya yang dinilai masih jauh dari harapan, meski dia senang dengan hasil akhirnya.
Hal serupa diutarakan sang kapten, Virgil van Dijk.
“Tentu saja kami bersyukur bisa menang. Tapi, kami juga tahu bahwa kami bisa, dan harus berbuat lebih baik lagi. Kami terlalu memaksakan serangan dengan satu pola, yang tak membuahkan hasil. Mungkin harus mencoba cari yang lain. Kami juga terlalu sering membiarkan diri terkena serangan balik Senegal,” ujar Van Dijk.
“Itu adalah area yang perlu kami tingkatkan. Semoga dengan evaluasi mendalam, kami bisa memperbaiki diri, dan bermain lebih baik untuk lawan berikutnya, Ekuador,” kata bek Liverpool ini.
Di laga ini, van Gaal diprediksi menurunkan Memphis Depay sejak menit pertama.
Di laga kontra Senegal, penyerang Barcelona ini masuk menit ke-62 mengganti Vincent Janssen, yang jadi laga pertamanya dalam dua bulan setelah cedera hamstring.
Di kubu Ekuador, pelatih Gustavo Alfaro optimistis bomber andalannya, Enner Valencia yang ditarik menit ke-77 karena cedera di laga terakhir, bisa berkiprah kembali malam nanti.
Valencia sebenarnya datang ke Qatar dengan modal tak meyakinkan, setelah paceklik gol untuk timnas dalam delapan bulan terakhir.
Namun, dua gol ke gawang Qatar membungkam para pengkritiknya. Dia sekarang tercatat sebagai topskor Ekuador di Piala Dunia dengan torehan lima gol.
La Tricolor berharap, striker Fenerbahce ini bakal kembali menjadi senjata pemungkas saat melawan Belanda malam ini.







