“Semuanya ada. Inilah kesempatan para investor untuk bekerjasama, untuk berinvestasi membawa investasi teknologi karena ini membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk bersama membangun ekonomi hijau di Indonesia,” ungkap Presiden Jokowi.

Indonesia telah menyiapkan lahan seluas 30.000 hektar di Kalimantan Utara yang disiapkan untuk pembangunan green industrial park untuk membangun berbagai produk hijau di Indonesia.

Presiden yakin para investor akan tertarik untuk menanamkan modal mereka di Indonesia. Apalagi ada sungai Kayan yang bisa digunakan untuk memproduksi energi bersih yakni hydro power sebesar 13.000 megawat.

Potensi lain yang bisa dikembangkan adalah digitalisasi. Dalam hal ini, Jokowi meminta agar negara-negara maju mau membantu para pelaku usaha kecil (mikro) karena dengan digitalisasi ini pelaku usaha mikro bisa terbantu.

Presiden menjelaskan, dalam kurun waktu tiga tahun, sebanyak 19 juta pelaku usaha mikro telah memiliki digital platform dari 64 juta UMKM yang ada di Indonesia.

“Kita harapkan bisa mencapai 30 juta di tahun 2024. Artinya yang kecil-kecil jangan ditinggal. Saya titip pada India, agar usaha mikro ini masih dilibatkan. Saya percaya B20 akan semakin berkembang,” pungkas Presiden.

B20 Summit dihadiri oleh lebih dari 3.300 orang yang terdiri dari 40 negara di dunia. Terdiri dari pimpinan negara, chief executive officer (CEO), dan pemimpin bisnis dari berbagai perusahaan multinasional. Peserta B20 Summit merupakan representasi lebih dari enam setengah juta bisnis di berbagai belahan dunia.(aqu/rls)

Baca Juga

Mobil Terprosok di Warung Makan Saraba Nyaman Gambut

Editor Restu