"Karena penyelenggaraan semua kompetisi secara fair dan menjadikan ajang Porprov sebagai pembuktian bahwa Kalsel bergerak maju dalam pembinaan olahraga. Selain itu juga harus menjunjung tinggi sportivitas dan telah meninggalkan permainan lama yang merugikan pola pembinaan keolahragaan di Banua,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim pengarah Porprov memutuskan untuk me-nonaktifkan diri. Keputusan tersebut ditengarai sebagai bentuk kekecewaan, lantaran tidak mendapatkan anggaran dari Dispora Kalsel.

Ketua Tim Pengarah Porprov HSS, Gusti Perdana Kusuma berasumsi bahwa kerja keras pihaknya selama ini tidak dihargai. Padahal, menurutnya tim pengarah sudah membantu persiapan Porprov hingga 90 persen.

"Karena itu kami putuskan untuk bekerja cukup sampai disini dan bukan mengundurkan diri,” ungkap Gusti, Rabu (2/11/2022) lalu.(mud)

Editor Restu