Media AS, The Washington Post Beberkan Hasil Investigasinya Terkait Tragedi Kanjuruhan

Sekitar 21.50

Pada waktu tersebut, kepolisian mulai menembakkan gas air mata dan suar.

Asap mengepul ke arah tempat duduk penonton di bagian selatan stadion.

Penonton di tribun sektor 9 dan 10 mengatakan kepada The Washington Post bahwa mereka batuk-batuk dan mengalami mata berair.

Di tribun sektor 12 dan 13, para penonton mulai diselimuti bahan kimia.

Para saksi mata mengaku mendengar tangisan dari tribun sektor 13.

Di antaranya adalah Elmiati, seorang penonton yang duduk di dekat pintu keluar 13 bersama suami dan putranya yang berusia 3 tahun berteriak bahwa gas itu panas.

Ia lanjut bercerita, “Mereka terus menembak ke arah tribun, tapi orang-orang di sana tak tahu apa yang terjadi. Bukan kami yang lari ke lapangan.”

Ketika asap mulai menyesaki tribun sektor 12 dan 13, banyak penonton kembali melompat ke lapangan untuk kabur.

Beberapa penonton lain berupaya keluar stadion, tapi pintu tertutup.

Mereka terpaksa melompat ke lapangan juga untuk mencari jalan keluar lain, namun petugas malah menembakkan gas air mata lagi ke arah selatan stadion.

Seorang fotografer di lokasi kejadian, Ari Bowo Sucipto mengatakan saat itu semua orang panik, baik pendukung maupun pasukan keamanan.

Pendukung panik karena mau keluar, dan pasukan keamanan juga panik.

Katanya lagi, kedua belah pihak panik dan menjadi lingkaran setan. (berbagai sumber)

Editor: Yayu