Sementara secara bulanan, inflasi Indonesia tercatat sebesar 1,17 persen, atau tertinggi sejak Desember 2014.
“Rupiah melemah tajam oleh data inflasi Indonesia September yang melonjak tinggi,” ujarnya.
Selain itu, pelemahan rupiah juga didorong oleh sentimen risk off di bursa saham global yang menekan hampir seluruh mata uang negara berkembang.
Hal ini lantaran kebijakan yang diambil oleh The European Central Bank (ECB).
“Risk off sentimen menyebabkan imbal obligasi AS menurun, namun dolar AS sendiri melemah terhadap euro oleh ekspektasi ECB yang akan lebih agresif dan poundsterling yang menguat setelah menkeu Inggris membatalkan rencana pemangkasan pajak,” jelasnya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







