Aksi pun memanas setelah sejumlah pemuda Wearhir keluar dari rumah masing-masing. Mereka pun menggunakan batu dan anak panah sebagai aksi balasannya.
“Pukul 00.30 WIT terjadi konsentrasi massa dari kedua kelompok pemuda. Aksi saling serang menggunakan batu dan sajam kemudian terjadi,” ujar Deny.
Sekitar 5 menit kemudian, personel gabungan dari Polres Tual diterjunkan ke lokasi bentrokan. Polisi terpaksa melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Bentrokan sempat disudahi setelah Kapolres Tual AKBP Prayudha Widiatmoko dan Wakapolres Tual Kompol Syahirul Awab tiba di tengah bentrokan dan bernegosiasi dengan kedua kelompok yang bertikai.
Namun, aksi saling serang antara kedua kelompok pemuda kembali memuncak. Syahirul dan Ilham Akbar yang berada di lokasi pun terkena anak panah pada pukul 03:00 WIT.
“Wakapolres Tual, Kompol Syahirul Awab, dan Bripda Ilham Akbar jadi korban luka panah, sementara dari warga yaitu Ihak Refra dan Kristial Yalnohubun. Mereka telah mendapat perawatan secara medis,” ucap Deny.(aqu)
Editor Restu







