Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Kiswah Kakbah Diganti Tangal 1 Muharram Atas Perintah Raja Salman
Ukuran Kiswah Ka'bah yang diproduksi di Mekkah
Dirjen Kehumasan dan Media Majma' Malik Abdul Aziz Ahmad Suheiry menjelaskan bahwa Kiswah Kakbah pernah dibuat di Mesir dan India, sebelum akhirnya diproduksi di Mekkah Al-Mukarramah.
Dirjen PHU mendapat kesempatan untuk menyulam benang emas bagian lingkaran yang membingkai tulisan 'Allahu Akbar' pada Kiswah yang akan dipasang pada 1 Muharram 1444 H.
Bagian yang disulam Hilman adalah tulisan Arab yang nantinya akan terpasang di dekat Hajar Aswad.
Sebelum menyulam, Dirjen PHU dan rombongan mendapat penjelasan dari salah satu penulis kaligrafi Majma' Malik Abdul Aziz, Syekh Mukhtar Alam terkait bagian Kiswah yang menjadi penutup Kakbah.
Menurutnya, kiswah penutup Kakbah berukuran 6,3 m x 3,3 m.
Di dalamnya tertera tulisan beberapa ayat Alquran dan Asmaul Husna, dalam bentuk yang berbeda-beda, ada yang kotak, panjang, dan lainnya.
"Di bagian atas, ada tulisan Allahu Rabbi, Hasbiyallah, dan Allahu Rabbi," sambungnya.
Pada bagian lain, tertera tulisan ayat Qad naraa taqalluba wajhika fis-samaa'.
Sementara pada bagian pinggir, ada tulisan surat Al Fatihah.
"Kiswah pintu Kakbah yang tersimpan di Majma' Malik Abdul Aziz dibuat di Mekkah, hadiah dari raja atau Malik Fahd bin Abdul Aziz pada tahun 1411 H," paparnya.
Kutipan ayat pada kiswah Ka'bah bisa diganti?
Faris Al-Mathrafy menjelaskan bahwa kalau ingin mengganti tulisan ayat, harus dengan persetujuan Raja.
Selain itu, usulan penggantian juga harus dibahas di forum yang lebih tinggi untuk mendapat persetujuan.
Namun, Faris mengaku selama ini belum pernah terjadi.
Sementara ketika ditanya kenapa yang digunakan adalah khat Tsulutsi? Syekh Mukhtar menjelaskan bahwa Tsulutsi adalah jenis khat (font) yang paling tua, sejak abad 3 H.