Kemudian ia menjelaskan, terkait dengan modal yang diberikan, itu bisa saja bertambah dengan melihat terlebih dahulu prospek maupun hasil yang ditawarkan oleh para pelaku usaha kedepannya.
“Terkait dengan permodalan, BAHUMA ini sebenarnya mengambil dari KUR yang sudah disediakan oleh teman-teman Bank Kalsel, namun bunganya sendiri tetap ditopang dan disubsidi penuh oleh Bank Kalsel,” jelasnya.
“Untuk itu, tidak menutup kemungkinan permodalan ini dapat ditingkatkan, hari ini mungkin nilainya rata-rata lima sampai lima puluh juta, ke depan mungkin bisa lebih.
Nanti bisa dilihat dulu dari jenis-jenis usahanya, kemudian juga potensi kedepan, jika menjanjikan dan bagus, Bank Kalsel bisa melihat untuk dikembangkan,” tambah Ikhsan Budiman.
Ia mengungkapkan, masalah yang dihadapi para pelaku UMKM, memang tak lepas dari persoalan modal dan pemasaran.
“Ketika dua hal itu dapat diatasi, maka sebenarnya UMKM bisa saja maju. Oleh karena itu, kita akan terus melakukan pembinaan, evaluasi serta kontrol kepada teman-teman pelaku usaha terkait dengan permasalahan modal ini,” tutupnya. (edj)
Editor: Erna Djedi







