Berikut postingan Instagram Wali Kota Surabaya:
Saya tiba di IGD RSUD dr Soetomo, sekitar
pukul 18.30 WIB, untuk memastikan perawatan terbaik bagi para korban rusaknya seluncur air di salah satu destinasi wisata.
Ada 8 korban dibawa ke rumah sakit ini.
Di lorong, saya bertemu Pak Abdul Malik Sadin. Wajahnya penuh keringat. Tiga anak beliau menjadi korban musibah ini, salah satunya dirawat di lCU.
Saya genggam tangannya, menguatkan dan memberi semangat. Saya menemui satu per satu korban. Sebagian adalah anak-anak. Saya cium keningnya. Mengelus kepalanya.
Menggenggam tangannya. Memberikan semangat kepada mereka. InsyaAllah bisa segera pulih, karena pastinya tim dokter akan memberikan perawatan optimal.
Usai dari RSUD dr Soetomo, saya izin bergeser ke RSUD dr Soewandhie. Juga ada 8 korban dirawat di rumah sakit ini. Total ada 16 korban yang dibawa ke rumah sakit: 11 masih
dirawat di RS, 5 lainnya sudah diperbolehkan pulang/rawat jalan. Semua biaya pengobatan ditanggung.
Santunan juga akan diberikan. Kepada manajemen pengelola destinasi
wisata, evaluasi akan dijalankan sesuai prosedur. Pemkot Surabaya juga akan memberi perhatian penuh pada
upaya pemulihan trauma psikis. Dalam situasi musibah seperti itu, jatuh dari ketinggian dalam suasana penuh kepanikan, pastinya psikis anak terguncang. Kita ingin
trauma psikis itu hilang. Masa depan mereka masih sangat panjang, jangan sampai terganggu oleh trauma yang bisa
menghambat aktivitas anak-anak hebat ini.
Terima kasih semua tim yang bekerja hingga larut malam di lapangan. Terima kasih semua dokter dan perawat.
Mohon doa dari semuanya.” (aqu)
Editor Restu







