Hasil Analisa dan Kesimpulan Polisi Atas Kematian Maryati yang Ditemukan Bersimbah Darah di Loktabat Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan hasil pemeriksaan pihak Inafis, serta hasil visum RSD Idaman, Kepolisian Resor Banjarbaru memberikan analisa atas kematian Maryati (56), warga Jalan Sukarelawan Gang Al Jauhar Rt 024 Rw 010, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Bajarbaru, Kalimantan Selatan.
"Dari keseluruhan Hasil Olah TKP, mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi, juga Hasil Visum dari RS Idaman Banjarbaru, Petugas Inafis Polres Banjarbaru menyimpulkan bahwa Korban diduga kuat mengalami depresi akibat gangguan tidur dan salah penggunaan obat sehingga membuat korban ingin mengakhiri hidupnya," jelas Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid SH SIK MM, melalui Kasi Humas, AKP Tajudin Noor, Rabu (4/5/2022).

AKP Tajudin melanjutkan, "Akhirnya pada Selasa 3 Mei 2022 keluarga Korban tidak berhasil lagi mencegahnya dan korban sudah ditemukan dalam keadaan bersimbah darah di bagian dapur rumahnya."
Dikatakan Kasi Humas Polres Banjarbaru, diduga kuat korban menggunakan pisau dapur yang ada di dekatnya lalu menusukkannya ke bagian leher sehingga kehabisan darah dan menyebabkan meninggal dunia.
Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (3/5) sekitar pukul 11.00 Wita, anak korban yang bernama M Akbar Mariadi melihat ceceran darah di dapur rumhnya.
Setelah diikuti ternyata ceceran darah tersebut mengarah ke bagian belakang rumah.
Alangkah terkejutnya M Akbar Mariadi saat menemukan ujung ceceran darah itu, terlihat darah dengan jumlah lebih banyak di dekat tubuh ibunya yang sudah tergeletak dengan posisi telentang dan sudah tidak bernyawa.
Selanjutnya M Akbar Mariadi memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya (suami korban), Suyadi (67).
Dalam keterangannya kepada polisi, Suyadi menjelaskan pada Senin (2/5) sekitar pukul 23.00 Wita ia tidur bersama dengan korban di kamar samping.
Kemudian sekitar subuh korban membangunkan Suyadi untuk pindah tidur karena korban merasa gerah dan selalu berkeringat.
Suyadi pun mengikuti kemauan istrinya, lalu pindah tidur ke kamar depan.
Pada Selasa atau hari kejadian, sekitar pukul 08.00 Wita, korban Maryati pergi ke dapur.