Terjadi Kemacetan Panjang di Jalan Raya Sekitar Alfamart Gambut yang Ambruk
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sebuah bangunan yang diisi dua buah usaha, yaitu Alfamart dan sebuah toko spare part dikawadan Gambut, Km. 14, Kelurahan Gambut, Kecamatan Banjar, runtuh dan menjadi rata dengan tanah, sekira pukul 17.05 Wita, Senin (18/4/2022).
Dari pantauan di lapangan, terlihat warga, rekanan emergency, BPBD, TNI dan Polri sedang melakukan evakuasi terhadap runtuhan bangunan tersebut.
Bahkan, alat berat seperti crane dan juga excavator juga diturunkan, untuk mempercepat proses evakuasi runtuhan bangunan tersebut.
Peristiwa tersebut juga menarik banyak perhatian warga sekitar dan juga para pengendara yang melintas.
Selain itu juga, peritawa tersebut juga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas yang cukup panjang diruas jalan A Yani Km 14, dari arah Kota Banjarmasinenuju ke Kabupaten Banjar.
Dari penuturan salah satu pengendara yang melintas, Qusairi mengatakan, kalau dirinya sudah cukup lama terjebak dalam kemacetan tersebut.
"Kurang lebih setengah jam saya dalam kemacetan ini," ujar Qusairi.
Ia juga mengungkapkan, kalau kemacetan yang terjadi cukup panjang diruas jalan tersebut.
"Kalau berapa pastinya saya juga tidak tahu, kalau 1 Km itu sudah pasti, bisa saja sampai 2 Km," ungkapnya.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, Sebuah bangunan yang diisi dua buah usaha, yaitu Alfamart dan sebuah toko spare part di kawasan Gambut, runtuh dan menjadi rata dengan tanah.
Saat dikonfirmasi, Wakpolres Banjar, Kompol Muhammad Fihim SH MSc, mengatakan untuk saat ini proses evakuasi masih diupayakan
"Sementara untuk data sementara korban ada sekitar lima belas orang," ungakap Wakapolres, saat dijumpai awak media di lokasi kejadian.
Selain itu, Ia juga mengungkapkan, kalau dari beberapa korban tersebut, ada yang meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan.
"Info yang kita dapat memang ada yang meninggal dunia, namun untuk data lengkapnya masih belum dipastikan, karena upaya pencarian dan evakusi masih diupayakan," pungkas Kompol Fihim. (qyu)
Editor: Erna Djedi