Soal ibadah di rumahnya, diakuinya dilakukan masing-masing.
“Pas sahur sendiri, jadi nggak masalah,” ujarnya.
Walau demikian, sang putri Maura sering menemaninya sahur karena sang putri sering susah tidur cepat.
“Biasa sahur sama Maura. Sekarang dia sudah nggak ada, jadi merasa kehilangan teman sahur. Biasanya kami makan sambil ngobrol aja di meja makan habis itu dia ke kamarnya tidur, saya menunggu azan terus salat subuh,” kenangnya.
Sekarang sang putri telah tiada, dia pun berziarah ke makam putrinya di bulan suci ini untuk mendoakannya.
“Ziarah kubur di keluarga saya sudah biasa pas bulan puasa, sudah jadi tradisi rutin ke orangtua juga. Ke makam Maura juga, berusaha rasional aja dia udah nggak ada jadi kirim doa aja ke dia, bantu dia ke surga-Nya dengan doa,” katanya. (brs)
Editor: Yayu Fathilal







