Pihak berwenang Israel mengatakan mereka berkomitmen untuk mempertahankan status quo, tetapi dalam beberapa tahun terakhir nasionalis dan agama Yahudi telah mengunjungi situs dalam jumlah besar dengan pengawalan polisi.

Israel merebut Yerusalem timur, rumah bagi Al-Aqsa dan situs suci utama lainnya, dalam perang 1967 dan mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Palestina ingin bagian timur kota itu menjadi ibu kota negara merdeka di masa depan termasuk Tepi Barat dan Gaza, yang juga direbut Israel selama perang hampir 55 tahun lalu. Demikian dilansir Arab News. (*)

Editor: Erna Djedi