Saat ini PLN memiliki 18 personil dispatcher yang telah berpengalaman mengoperasikan sistem Kalimantan selama bertahun-tahun.
Layaknya pilot pesawat terbang, seorang dispatcher juga harus dibekali kemampuan dan sertifikasi kompetensi dari lembaga akreditasi nasional sebelum bertugas di ruang control untuk memonitor status dan kondisi seluruh pembangkit, jalur transmisi dan gardu induk.
“Sebelum bertugas di control room, dispatcher kami latih di Dispatcher Training Simulator (DTS). DTS merupakan program simulasi pengoperasian sistem kelistrikan dan dilengkapi dengan berbagai simulasi kondisi mulai dari kondisi operasi normal hingga kondisi emergency untuk menggambarkan jika terjadi gangguan maupun force majeure yang tidak dikehendaki,” ungkap Turyanto.
Dalam bertugas dispatcher harus mengikuti standar operasional (SOP) yang ketat dengan penuh kedisiplinan. Untuk mencegah timbulnya kesalahan dalam bertugas, seluruh prosedur pengoperasian sistem telah dilakukan review rutin untuk mengikuti kondisi-kondisi terkini.
“DTS memberikan pemodelan sistem kelistrikan yang real, sehingga gambaran kondisi sistem dapat secara langsung tertampil pada visualisasi DTS. Nantinya, hasil simulasi akan dijadikan bahan mitigasi peningkatan keandalan sistem serta pembelajaran bagi dispatcher,” kata Turyanto.
Pulau Kalimantan sangat luas, sehingga untuk menghubungkannya diperlukan jalur transmisi yang sangat panjang dan membelah hutan serta rawa-rawa. Hal ini menimbulkan tantangan dalam pengoperasian sistem di berbagai kondisi agar sistem kelistrikan tetap terjaga keandalannya. (edj/*)
Editor: Erna Djedi







