Sebab, pembobolan aktivitas siber menimbulkan biaya yang sangat besar.
Seperti diketahui, akun Instagram Kemenparekraf diikuti lebih dari 800.000 orang sehingga masyarakat akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi mengenai sejumlah kebijakan terkini.
Oleh karena itu, ia kembali menekankan kepada jajarannya untuk memastikan keandalan pertahanan siber.
Hal itu tentunya juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi pelaku-pelaku Teknik Informatika (TI) di Indonesia. (brs/berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







