Ketua 1 Forum Pelanggan Air Minum Nasional (Forpamnas) Sunardi, ST, MA, mengatakan, pada dasarnya PDAM Bandarmasih menjadi korban atas tindakan pencurian ini, karena banyaknya air yang hilang dan pelanggan juga terkena dampaknya.

Bukan hanya itu, pihak Pemerintah Kota (Pemko) pun diharapkan memberi penegasan karena pencurian ini juga merusak jalan dan infrastruktur yang ada.

Abdurrahman mengatakan, PDAM Bandamasih harus lebih meningkatkan pengamanan aset yang ada di luar lingkungan yaitu jaringan perpipaan.

Kerja sama yang telah dilakukan bersama Polda terkait pengamanan objek vital mestinya dapat mengamankan objek di luar juga.

Sunardi ikut menekankan bahwa PDAM Bandarmasih meningkatkan kerjasama dengan Polresta, apalagi terkait kehilangan kabel telkom yang mengakibatkan kerusakan jaringan perpipaan.

“Jika masalah ini terus berlarut berhari-hari maka sangat merugikan PDAM Bandarmasih. Masalah ini juga terjadi secara berulang,” tambahnya.

Baik Sunardi dan Abdurrahman mengharapkan peran serta masyarakat agar dapat menegur orang-orang yang nampak mencurigakan seperti melakukan penggalian tanah di atas pukul 12 malam dan tidak menggunakan atribut petugas PDAM.

“Jika tidak menggunakan rompi atau atribut lengkap maka itu bukan petugas PDAM, dan petugas kami tidak melakukan penanganan kebocoran di atas pukul 12 malam, sehingga dapat dipastikan jika yang bekerja di atas jam tersebut bukan petugas kami. Maka, diharapkan melapor ke ketua RT setempat untuk menegurnya,” imbau Sunardi diamini Abdurrahman.

Masyarakat yang melihat hal tersebut dapat melaporkan ke Call Center PDAM Bandarmasih di 08511-3252-541 atau langsung ke Kapolres Banjarmasin 110. (*)

Editor: Erna Djedi