Oleh Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Penanggalan Hijriah itu ada terdapat sebanyak 12 Bulan, yang di awali Bulan Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadan, Syawal, Dzulqodah, dan Dzulhijah.

Dalam 12 bulan tersebut itu ada terdapat empat bulan yang di hormati, dimuliakan, dan di agungkan, yang dikenal dengan sebutan Asyhurul Hurum (Empat bulan yang dimuliakan), bulan tersebut ialah  :

  1. Dzulqa'dah
  2. Dzulhijjah
  3. Muharram
  4. Rajab

Empat bulan ini sudah ada sejak jaman jahiliyah dahulu, dan mereka sangat memuliakan ini bulan.

Disebutkan bahwa apabila mereka yang takut akan musuh membinasakan mereka, maka mereka bersembunyi, tetapi mereka keluar dari persembunyiannya pada empat bulan ini, karena mereka tahu bahwa musuh sangat menghormati, memuliakan, dan mengagungkan ini empat bulan sehingga tidak akan membinasakan mereka, begitupula apabila ada seseorang melanggar hukum di negeri (Seperti mencuri, menipu, membunuh, dan lain sebagainya) maka bersembunyi karena takut ditangkap pemerintah, namun pada ini empat bulan mereka keluar dari persembunyiaannya, karena mereka tahu bahwa pemerintah tidak akan menangkap mereka pada ini bulan mulia.

Bulan Rajab yang kita jalani ini adalah bulan yang dihormati, dimuliakan, dan diagungkan, maka berkata setengah daripada Ulama :

Apabila Allah sayang kepada seorang hamba, maka Allah beri hidayah serta taufiq kepada mereka hingga mereka menghidupkan ibadah di waktu mulia.

Namun Apabila Allah murka kepada seorang hamba, maka Allah tutup atasnya hidayah serta taufiq kepada mereka, hingga mereka melakukan kemaksiatan dan perbuatan sia-sia di waktu mulia.

Sayyidina Tsauban bersama Rasulullah pernah suatu ketika berjalan melewati dua kubur yang hal keadaanya sedang di siksa, dan kemudian Nabi berdoa memohon agar kedua penghuni kubur itu diringankan oleh Allah siksanya, setelah selesai berdoa maka Baginda Nabi Besabda :

"Seandainya mereka ketika semasa hidupnya berjumpa dengan bulan rajab berpuasa walau sehari serta menghidupkan malamnya, niscaya mereka tidak pernah disiksa di dalam kuburnya".