Istri Bayu Tamtomo Menangis, Curhat Tak Kuat Menghadapi Hujatan di Medsos

PIS mengaku ikhlas menerima apa yang telah dialami suaminya akibat semua kesalahannya.

“Saya cukup tersiksa, di sini saya juga menjadi korban, anak saya juga menjadi korban,” kata PIS sambil menahan tangis.

PIS yang mengaku alumni Fakultas Hukum ULM, meminta dengan sangat agar hujatan di media sosial yang memojokan keluarga bisa dihentikan.

“Seluruh keluarga juga menerima akibatnya. Belum lagi anak saya yang mungkin trauma karena sering melihat saya menangis, dan mungkin juga ia trauma karena masih membutuhkan sosok seorang ayah,” ucap PIS, yang didampingi kuasa hukum, Sahruzzaman SH.

Sahruzzaman menambahkan, bukan tidak mungkin pihaknya akan melakukan langkah hukum apabila hujatan sudah mengarah ke fitnah dan memojokan kliennya.

“Jika ternyata masih ada beredar di medsos, apalagi memojokkan klien saya dan keluarganya, maka saya akan mengambil langkah hukum, karena efek dari media sosial sangat besar bagi PIS dan anaknya,” ujar Sahruzzaman. (tim)

Editor: Erna Djedi