Warga Yordania Diduga Aniaya Polisi dan Petugas Bandara Ngurah Rai Bali

Namun, karena emosi terjadi kesalahpahaman yang berbuntut pemukulan terhadap dua petugas avsec Lion air dan satu petugas polisi yang ingin mencnegah keributan di Terminal Keberangkatan Domestik, Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Sementara, akibat kejadian tersebut korban bernama Akhmad Tio Irawan petugas avsec Lion Air dipukul di bagian leher belakang atau tengkuk leher dan I Nyoman Sudiasa yang juga petugas avsec Lion Air dipukul di bagian mulut.

Sementara, satu anggota Polri Gatut Suryadi dipukul di bagian pipi kanan.

Namun, setelah Naji menyadari kesalahannya atas peristiwa pemukulan itu, akhirnya permasalahan pemukulan itu diselesaikan secara kekeluargaan dengan cara dimediasi di Kantor Polsek Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, sekitar pukul 20.00 Wita.

“Adapun, hasil mediasi adalah bahwa tiga korban tidak akan mempermasalahkan kejadian pemukulan yang dilakukan oleh Naji dan tidak akan melanjutkan ke jalur hukum,” ujarnya.

Sementara, Naji telah mengakui bersalah dan meminta maaf kepada tiga korban atas perbuatannya. Ia mengaku emosi sesaat dan panik tidak bisa berangkat ke Jakarta karena ditinggal oleh pesawat Lion Air.

“Padahal rencananya setelah terbang dari Bali ke Jakarta besoknya yang bersangkutan akan berangkat ke Yordania untuk melihat dan menengok ibunya yang sakit keras,” ujarnya.

“Kemudian, sebanyak 8 orang calon penumpang Batik Air, diubah keberangkatannya pada Rabu (26/1) pukul 07.00 Wita dengan Batik Air,” ujarnya. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi