Letusan kedua terjadi pada Sabtu (15/1) pada pukul 17.26 waktu setempat.
Badan Meteorologi Australia mencatat gelombang tsunami setinggi 1,2 meter di dekat Nuku’alofa pada pukul 17.30 waktu setempat.
Sementara itu, Pasific Tsunami Warning Center melaporkan gelombang tsunami setinggi 0,8 meter (2,7 kaki), diamati dari alat pengukur di Nuku’alofa.
Sementara di Pago Pago, ibu kota Samoa, dilaporkan gelombang tsunami mencapai tinggi kurang lebih sama sekitar 2 kaki atau 0,7 meter.
Sejak Sabtu malam, layanan cuaca Selandia Baru mencatat adanya lonjakan tekanan cuaca akibat dari letusan gunung.
Ilmuwan Emily Lane dari National Institute of Water and Atmospheric Research, Selandia Baru, mengatakan ini adalah erupsi yang ‘sangat signifikan’.
“Hantaman gelombang terlihat jelas dari citra satelit dan ada laporan letusan yang terdengar setidaknya hingga sama jauhnya dengan Selandia Baru. Tsunami akibat letusan sudah mencapai lebih dari 2.500 km yang terekam alat pengukur di seluruh Aotearoa,” jelas Lajelas Lane dikutip wartabanjar.com dari CNN. (edj)
Editoe: Erna Djedi







