WARTABANJAR.COM - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 15 Januari 2022 secara nasional menunjukkan angka kesembuhan harian sebesar 464 orang sembuh per hari. Angka kumulatifnya bertambah melebihi 4,1 juta orang sembuh atau tepatnya 4.118.164 orang (96,4%).

Pada kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, bertambah 586 kasus dan kumulatifnya menjadi 8.463 kasus (0,2%).

Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 1.054 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.270.794 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal bertambah 4 kasus dan kumulatifnya mencapai 144.167 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 277.856 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 4.345 kasus.

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah 1.353.886 orang dengan totalnya melebihi 174 juta orang atau 175.645.471 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 472.567 orang dan totalnya meningkat melebihi 119 juta orang atau angka tepatnya 119.424.581 orang.

Serta penerima harian vaksin ke-3 bertambah 2.180 orang dengan kumulatifnya melebihi 1,3 juta orang atau 1.338.222 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat 5 provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. 1. Provinsi DKI Jakarta menambahkan 277 orang dan kumulatifnya 852.973 orang

  1. Kepulauan Riau menambahkan 100 orang dan kumulatifnya 52.636 orang
  2. Jawa Timur menambahkan 20 orang dan kumulatifnya 370.440 orang
  3. Jawa Barat menambahkan 17 orang dan kumulatifnya 693.895 orang
  4. Nusa Tenggara Timur menambahkan 13 orang dan kumulatifnya 62.907 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni:

  1. DKI Jakarta menambahkan 720 kasus dan kumulatifnya 870.363 kasus
  2. Jawa Barat menambahkan 118 kasus dan kumulatifnya 709.515 kasus
  3. Banten menambahkan 107 kasus dan kumulatifnya 133.349 kasus
  4. Jawa Timur menambahkan 23 kasus dan kumulatifnya 400.335 kasus
  5. Sulawesi Selatan menambahkan 10 kasus dan kumulatifnya 110.079 kasus.