Keterlaluan! Hydrant untuk Kebakaran di Belakang Pasar Antasari Disikat Maling

Ditanya mengenai kerugian terkait dengan hilangnya tutup hydrant ini, Abdurrahman pun belum bisa merincikan.

“Yang jelas untuk semua perangkat pada satu unit hydrant dan juga upah pemasangannya sekitar Rp 6 jutaan,” jelasnya.

Kemudian ketika ditanya apakah akan melaporkannya ke aparat hukum, Abdurrahman mengatakan akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan bagian hukum PDAM Bandarmasih.

“Akan kami koordinasikan terlebih dahulu, tapi yang jelas ini merupakan aset Pemko Banjarmasin dan PDAM Bandarmasih menyuplai airnya,” katanya.

Abdurrahman pun berharap warga atau masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam menjaga hydrant yang sangat berfungsi saat terjadinya musibah kebakaran di Banjarmasin ini.

“Kita berharap masyarakat juga ikut menjaga dan mengawasi, karena hydrant ini adalah fasilitas umum yang sangat berguna saat terjadi kebakaran dan di daerah tersebut tidak ada air,” pungkasnya. (*)

Editor: Erna Djedi