Kalimantan Bukan Daerah Langganan Banjir, Komisi IV DPR RI Ungkap ini

WARTABANJAR.COM – Dua provinsi di pulau Kalimantan, Kalsel, Kalteng dan Kalbar sedang dilanda musibah banjir hampir satu bulan lamanya.

Fakta mengejutkan diungkap jika pulau Kalimantan sebenarnya bukan wilayah rentan banjir.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin dalam kesempatan PKS Legialtive Corner menyampaikan bahwa banjir bukan hanya karena kejadian alam, namun juga manusia.

Hutan Kalimantan, imbuhnya, sebagai paru-paru dunia yang kini mengalami deforestasi tinggi menjadi salah satu alasannya.

“Kalimantan Barat ini sebenarnya bukan daerah ‘langganan’ banjir. Bahkan data dari BMKG saja menunjukkan potensi banjir Sintang berada di tingkat menengah ke rendah. Ini berarti ada latar belakang yang perlu diselidiki sebagai penyebab banjir ini.” ungkap Akmal dalam diksusi bertajuk ‘Banjir Besar Kalimantan Rapor Merah Jokowi Atasi Bencana’ pada Jumat siang (19/11/2021).

Banjir Sintang yang terjadi sejak 21 Oktober lalu merupakan banjir terbesar dalam kurun 40 tahun terakhir bila dilihat dari luasan kawasan yang terdampak serta lamanya durasi bencananya.

Ancaman banjir ini kata Akmal, memang sudah ada melihat tingginya laju deforestasi hutan di Kalimantan. KLHK bahkan melaporkan bahwa kerugian material dari alih fungsi lahan mencapai ratusan triliun.

“Di Kalimantan ada 8,3 juta hektar lahan yang dialihfungsikan. Kunjungan kami ke lapangan melihat bahwa perambahan hutan ini banyak terjadi. Alih fungsi hutan digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan hingga pertambangan. Kami sangat mendukung sektor perkebunan ini, namun jangan sampai mengorbankan hutan kita.” tegas Akmal.