WARTABANJAR.COM, RANTAU – Sebuah video yang beredar luas di Instagram memperlihatkan kondisi memprihatinkan Jalan Kalumpang–Margasari, jalur penghubung Kabupaten Tapin menuju Hulu Sungai Selatan, yang terendam banjir. Air menutup badan jalan hingga menyerupai aliran sungai, membuat pengendara kesulitan melintas.

Video tersebut diunggah oleh akun @wargabanua.official. Dalam keterangannya disebutkan bahwa genangan air di ruas jalan itu sudah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Dalam rekaman, terlihat kendaraan tetap nekat melintas meski air menutupi hampir seluruh permukaan jalan. Situasi ini memicu kekhawatiran warganet karena jalur tersebut dikenal rawan, terlebih saat malam hari.

Unggahan itu langsung dibanjiri komentar netizen. Banyak yang berharap banjir segera surut, sementara lainnya mengungkapkan pengalaman buruk saat melintasi jalan tersebut.

“Semalam lewat, sampai berselisihan sama mobil angkutan sawit. Jalannya hancur, hati ikut hancur,” tulis seorang netizen.

Komentar lain menyebutkan bahwa jarak genangan mencapai sekitar enam kilometer, dengan penerangan jalan yang minim sehingga sangat berbahaya jika dilewati pada malam hari.

“Rawan banget kalau lewat situ malam-malam,” tulis akun lainnya.

Bahkan ada netizen yang menyebutkan bahwa di salah satu akses masuk desa telah dipasang peringatan jalan tidak bisa dilalui karena banjir. Namun, masih ada pengendara yang mencoba menerobos.

Tak sedikit pula yang mengaku kapok dan tidak ingin lagi melintasi jalur tersebut setelah hampir terjebak banjir.

“Sekali lewat, hampir nggak bisa keluar. Untung ada yang nolong,” ungkap seorang pengguna Instagram.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan warganet yang berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menangani banjir dan memperbaiki infrastruktur jalan. Pasalnya, jalur Kalumpang–Margasari merupakan akses penting penghubung antarwilayah yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penanganan genangan di ruas jalan tersebut. Namun, warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan jalur alternatif demi keselamatan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad