WARTABANJAR.COM – Kisah Rahmatullah, siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Swasta (setingkatt SD), patut menjadi motivasi.
Dengan segala keterbatasannya, Rahmat, begitu ia biasa disapa, tetap semangat ingin mengenyam pendidikan.
Rahmat merupakan penyandang disabilitas, tidak memiliki kaki dan tangan yang sempurna.
Untuk menuju sekolahnya, MIS Tarbiyah Waladiyah, yang berjarak sekitar dua kilometer, Rahmat pun menggunakan sepeda.
Rahmat mengayuh sepeda berjenis roda tiga yang biasa di gunakan anak anak umur 2 tahun agar perjalan 2 Km dari rumah menuju sekolahnya tidak telat.
Adik paling kecil dari lima bersaudara ini harus kuat setiap harinya menuju sekolah dengan menyentuh aspal di sebagian kulit kakinya yang tidak normal seperti anak laki laki seusianya.
Ismail ayah kandung dari Rahmat yang berprofesi sebagai nelayan sehari harinya mencari rezeki di Sungai Sawit Tanjung Pura menjelaskan bahwa kondisi anaknya itu bawaan dari lahir, saat ibu rahmat melahirkannya dan beberapa hari kemudian rahmat harus berpisah dari ibunya karena meninggal dunia.







