Satgas Pemulihan Bencana Sumatera Dibentuk untuk Percepat Koordinasi Nasional
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – DPR RI bersama pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana Sumatera untuk mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyatakan dukungan pembentukan satgas itu sebagai upaya agar penanganan pemulihan lebih fokus dan terkoordinasi di antara kementerian serta lembaga terkait.
Prabowo Subianto menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas, sementara Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Tampubolon ditunjuk sebagai wakil ketua dalam struktur organisasi satuan tugas nasional tersebut.
Menko PMK Pratikno akan berperan sebagai Dewan Pengarah, fungsi yang dinilai penting dalam mengintegrasikan program pemulihan di tiga provinsi pascabencana alam itu.
Singgih menyoroti dampak luas bencana seperti hilangnya puluhan desa akibat banjir bandang yang memerlukan rehabilitasi infrastruktur, penataan kembali permukiman, dan penguatan layanan dasar masyarakat korban.
Ia juga menegaskan kebutuhan sumber pembiayaan yang efektif untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara menyeluruh dan terukur sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pembentukan satgas mendapat respons positif dari sejumlah anggota DPR yang menilai satuan tugas itu memungkinkan koordinasi lintas sektor dan pemerintahan daerah lebih cepat serta responsif terhadap situasi pascabencana.
Namun, sejumlah pengamat dan kalangan masyarakat civil society sempat mengkritik langkah legislatif ini, menyebutnya berpotensi tumpang tindih kewenangan eksekutif serta perlunya memperjelas peran DPR dalam struktur operasional satgas nasional.
Satgas dijadwalkan berkantor di Aceh untuk memudahkan pemantauan langsung dan mengefektifkan koordinasi respon pemulihan di semua wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Dengan pembentukan satuan tugas ini, DPR dan pemerintah berharap proses rehabilitasi serta rekonstruksi bisa berjalan dengan cepat, terarah, dan tepat sasaran demi mempercepat pemulihan sosial ekonomis korbannya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar