Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi.
1. DI Yogyakarta menambahkan 33 kasus dan kumulatifnya 156.151 kasus
2. Jawa Timur menambahkan 30 kasus dan kumulatifnya 398.659 kasus
3. DKI Jakarta menambahkan 29 kasus dan kumulatifnya 862.276 kasus
4. Jawa Tengah menambahkan 23 kasus dan kumulatifnya 485.540 kasus
5. Banten menambahkan 23 kasus dan kumulatifnya 132.500 kasus.
Pada sebaran kasus aktif per provinsi, angka tertinggi berada di Papua sebanyak 1.632 kasus, Jawa Tengah sebanyak 1.532 kasus, Jawa Barat sebanyak 1.476 kasus, DKI Jakarta sebanyak 834 kasus dan Lampung 701 kasus.
Selain itu, per hari ini terdapat 9 provinsi yang menambahkan kasus kematian. Di antaranya Jawa Tengah 4 kasus dan kumulatifnya 30.162 kasus, diikuti Jawa Timur 1 kasus dan kumulatifnya 29.650 kasus, Jawa Barat 1 kasus dan dan kumulatifnya 14.709 kasus, Bali 1 kasus dan kumulatifnya 4.033 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus dan kumulatifnya 3.069 kasus, Sumatera Utara 1 kasus dan kumulatifnya 2.889 kasus, Nusa Tenggara Barat 1 kasus dan kumulatifnya 813 kasus, Kalimantan Utara 1 kasus dan kumulatifnya 805 kasus serta Papua Barat 1 kasus dan kumulatifnya 356 kasus.
Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 48.569.402 spesimen.
Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.877.819 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 38.992.237 spesimen.
Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,23% dan positivity rate spesimen mingguan (31 Oktober – 6 November 2021) di angka 0,36%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 16 spesimen.
Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 130.191 orang dan kumulatifnya 32.505.277 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 28.256.868 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 129.947 orang.
Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,19% dan positivity rate orang mingguan (31 Oktober – 6 November 2021) di angka 0,35%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. (aqu)
Editor Restu







